Program Tahunan/Semester Bimbingan dan Konseling (BK) Kelas VII,VIII,IX,KTSP SMP

 

LAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING DI SEKOLAH
1. Struktur Pelayanan Bimbingan dan Konseling
Pelayanan Bimbingan dan Konseling di sekolah/madrasah merupakan usahamembantu peserta didik dalam pengembangan kehidupan pribadi, kehidupan sosial,kegiatan belajar, serta perencanaan dan pengembangan karir. Pelayanan Bimbingandan Konseling memfasilitasi pengembangan peserta didik, secara individual, kelompokdan atau klasikal, sesuai dengan kebutuhan, potensi, bakat, minat, perkembangan,kondisi, serta peluang-peluang yang dimiliki. Pelayanan ini juga membantu mengatasikelemahan dan hambatan serta masalah yang dihadapi peserta didik.
A. Pengertian Bimbingan dan Konseling
Bimbingan dan Konseling adalah pelayanan bantuan untuk peserta didik, baik secaraperorangan maupun kelompok, agar mampu mandiri dan berkembang secara optimal,dalam bidang pengembangan kehidupan pribadi, kehidupan sosial, kemampuan belajar,dan perencanaan karir, melalui berbagai jenis layanan dan kegiatan pendukung,berdasarkan norma-norma yang berlaku.
B. Paradigma, Visi, dan Misi1. Paradigma
Paradigma Bimbingan dan Konseling adalah pelayanan bantuan psiko-pendidikandalam bingkai budaya. Artinya, pelayanan Bimbingan dan Konseling berdasarkankaidah-kaidah keilmuan dan teknologi pendidikan serta psikologi yang dikemas dalamkaji-terapan pelayanan Bimbingan dan Konseling yang diwarnai oleh budaya lingkunganpeserta didik.
2. Visi
Visi pelayanan Bimbingan dan Konseling adalah terwujudnya kehidupan kemanusiaanyang membahagiakan melalui tersedianya pelayanan bantuan dalam pemberiandukungan perkembangan dan pengentasan masalah agar peserta didik berkembangsecara optimal, mandiri dan bahagia.
3. Misi
Misi pendidikan, yaitu memfasilitasi pengembangan peserta didik melalui pembentukanperilaku efektif-normatif dalam kehidupan keseharian dan masa depan.Misi pengembangan, yaitu memfasilitasi pengembangan potensi dan kompetensipeserta didik di dalam lingkungan sekolah/ madrasah, keluarga dan masyarakat.Misi pengentasan masalah, yaitu memfasilitasi pengentasan masalah peserta didikmengacu pada kehidupan efektif sehari-hari.
C. Bidang Pelayanan Bimbingan dan Konseling
Pengembangan kehidupan pribadi, yaitu bidang pelayanan yang membantu pesertadidik dalam memahami, menilai, dan mengembangkan potensi dan kecakapan, bakatdan minat, serta kondisi sesuai dengan karakteristik kepribadian dan kebutuhan dirinyasecara realistik.Pengembangan kehidupan sosial, yaitu bidang pelayanan yang membantu peserta didikdalam memahami dan menilai serta mengembangkan kemampuan hubungan sosialyang sehat dan efektif dengan teman sebaya, anggota keluarga, dan warga lingkungansosial yang lebih luas.Pengembangan kemampuan belajar, yaitu bidang pelayanan yang membantu pesertadidik mengembangkan kemampuan belajar dalam rangka mengikuti pendidikansekolah/madrasah dan belajar secara mandiri.Pengembangan karir, yaitu bidang pelayanan yang membantu peserta didik dalammemahami dan menilai informasi, serta memilih dan mengambil keputusan karir.
D. Fungsi Bimbingan dan Konseling
Pemahaman, yaitu fungsi untuk membantu peserta didik memahami diri danlingkungannya.Pencegahan, yaitu fungsi untuk membantu peserta didik mampu mencegah ataumenghindarkan diri dari berbagai permasalahan yang dapat menghambatperkembangan dirinya.Pengentasan, yaitu fungsi untuk membantu peserta didik mengatasi masalah yangdialaminya.Pemeliharaan dan pengembangan, yaitu fungsi untuk membantu peserta didikmemelihara dan menumbuh-kembangkan berbagai potensi dan kondisi positif yangdimilikinya.Advokasi, yaitu fungsi untuk membantu peserta didik memperoleh pembelaan atas hakdan atau kepentingannya yang kurang mendapat perhatian.
E. Prinsip dan Asas Bimbingan dan Konseling
Prinsip-prinsip Bimbingan dan Konseling berkenaan dengan sasaran layanan,permasalahan yang dialami peserta didik, program pelayanan, serta tujuan danpelaksanaan pelayanan.Asas-asas Bimbingan dan Konseling meliputi asas kerahasiaan, kesukarelaan,keterbukaan, kegiatan, kemandirian, kekinian, kedinamisan, keterpaduan, kenormatifan,keahlian, alih tangan kasus, dan tut wuri handayani.
F. Jenis Layanan Bimbingan dan Konseling
Orientasi, yaitu layanan yang membantu peserta didik memahami lingkungan baru,terutama lingkungan sekolah/madrasah dan obyek-obyek yang dipelajari, untukmenyesuaikan diri serta mempermudah dan memperlancar peran peserta didik dilingkungan yang baru.Informasi, yaitu layanan yang membantu peserta didik menerima dan memahamiberbagai informasi diri, sosial, belajar, karir/jabatan, dan pendidikan lanjutan.Penempatan dan Penyaluran, yaitu layanan yang membantu peserta didik memperolehpenempatan dan penyaluran yang tepat di dalam kelas, kelompok belajar, jurusan/program studi, program latihan, magang, dan kegiatan ekstra kurikuler.Penguasaan Konten, yaitu layanan yang membantu peserta didik menguasai kontentertentu, terumata kompetensi dan atau kebiasaan yang berguna dalam kehidupan disekolah, keluarga, dan masyarakat.Bimbingan dan Konseling Perorangan, yaitu layanan yang membantu peserta didikdalam mengentaskan masalah pribadinya.Bimbingan Kelompok, yaitu layanan yang membantu peserta didik dalampengembangan pribadi, kemampuan hubungan sosial, kegiatan belajar, karir/jabatan,dan pengambilan keputusan, serta melakukan kegiatan tertentu melalui dinamikakelompok.Bimbingan dan Konseling Kelompok, yaitu layanan yang membantu peserta didik dalampembahasan dan pengentasan masalah pribadi melalui dinamika kelompok.Konsultasi, yaitu layanan yang membantu peserta didik dan atau pihak lain dalammemperoleh wawasan, pemahaman, dan cara-cara yang perlu dilaksanakan dalammenangani kondisi dan atau masalah peserta didik.Mediasi, yaitu layanan yang membantu peserta didik menyelesaikan permasalahan danmemperbaiki hubungan antarmereka.
G. Kegiatan Pendukung
Aplikasi Instrumentasi, yaitu kegiatan mengumpulkan data tentang diri peserta didik danlingkungannya, melalui aplikasi berbagai instrumen, baik tes maupun non-tes.Himpunan Data, yaitu kegiatan menghimpun data yang relevan dengan pengembanganpeserta didik, yang diselenggarakan secara berkelanjutan, sistematis, komprehensif,terpadu, dan bersifat rahasia.Konferensi Kasus, yaitu kegiatan membahas permasalahan peserta didik dalampertemuan khusus yang dihadiri oleh pihak-pihak yang dapat memberikan data,kemudahan dan komitmen bagi terentaskannya masalah peserta didik, yang bersifatterbatas dan tertutup. Kunjungan Rumah, yaitu kegiatan memperoleh data, kemudahan dan komitmen bagiterentaskannya masalah peserta didik melalui pertemuan dengan orang tua dan ataukeluarganya.Tampilan Kepustakaan, yaitu kegiatan menyediakan berbagai bahan pustaka yangdapat digunakan peserta didik dalam pengembangan pribadi, kemampuan sosial,kegiatan belajar, dan karir/jabatan.Alih Tangan Kasus, yaitu kegiatan untuk memindahkan penanganan masalah pesertadidik ke pihak lain sesuai keahlian dan kewenangannya.
H. Format Kegiatan
Individual, yaitu format kegiatan Bimbingan dan Konseling yang melayani peserta didiksecara perorangan.Kelompok, yaitu format kegiatan Bimbingan dan Konseling yang melayani sejumlahpeserta didik melalui suasana dinamika kelompok.Klasikal, yaitu format kegiatan Bimbingan dan Konseling yang melayani sejumlahpeserta didik dalam satu kelas.Lapangan, yaitu format kegiatan Bimbingan dan Konseling yang melayani seorang atausejumlah peserta didik melalui kegiatan di luar kelas atau lapangan.Pendekatan Khusus, yaitu format kegiatan Bimbingan dan Konseling yang melayanikepentingan peserta didik melalui pendekatan kepada pihak-pihak yang dapatmemberikan kemudahan.
I. Program Pelayanan1. Jenis Program

Program Tahunan, yaitu program pelayanan Bimbingan dan Konseling meliputi seluruhkegiatan selama satu tahun untuk masing-masing kelas di sekolah/madrasah.Program Semesteran, yaitu program pelayanan Bimbingan dan Konseling meliputiseluruh kegiatan selama satu semester yang merupakan jabaran program tahunan.Program Bulanan, yaitu program pelayanan Bimbingan dan Konseling meliputi seluruhkegiatan selama satu bulan yang merupakan jabaran program semesteran.Program Mingguan, yaitu program pelayanan Bimbingan dan Konseling meliputi seluruhkegiatan selama satu minggu yang merupakan jabaran program bulanan.Program Harian, yaitu program pelayanan Bimbingan dan Konseling yang dilaksanakanpada hari-hari tertentu dalam satu minggu. Program harian merupakan jabaran dariprogram mingguan dalam bentuk satuan layanan (SATLAN) dan atau satuan kegiatanpendukung (SATKUNG) Bimbingan dan Konseling

2. Penyusunan Program
Program pelayanan Bimbingan dan Konseling disusun berdasarkan kebutuhan pesertadidik (need assessment) yang diperoleh melalui aplikasi instrumentasi.Substansi program pelayanan Bimbingan dan Konseling meliputi keempat bidang, jenislayanan dan kegiatan pendukung, format kegiatan, sasaran pelayanan, danvolume/beban tugas konselor.
II. PERENCANAAN KEGIATAN
1. Perencanaan kegiatan pelayanan Bimbingan dan Konseling mengacu pada programtahunan yang telah dijabarkan ke dalam program semesteran, bulanan sertamingguan.2. Perencanaan kegiatan pelayanan Bimbingan dan Konseling harian yang merupakan jabaran dari program mingguan disusun dalam bentuk SATLAN dan SATKUNG yangmasing-masing memuat: (a) sasaran layanan/kegiatan pendukung; (b) substansilayanan/kegiatan pendukung; (c) jenis layanan/kegiatan pendukung, serta alat bantuyang digunakan; (d) pelaksana layanan/kegiatan pendukung dan pihak-pihak yangterlibat; (d) waktu dan tempat.3. Rencana kegiatan pelayanan Bimbingan dan Konseling mingguan meliputi kegiatandi dalam kelas dan di luar kelas untuk masing-masing kelas peserta didik yangmenjadi tanggung jawab konselor.4. Satu kali kegiatan layanan atau kegiatan pendukung Bimbingan dan Konselingberbobot ekuivalen 2 (dua) jam pembelajaran.5. Volume keseluruhan kegiatan pelayanan Bimbingan dan Konseling dalam satuminggu minimal ekuivalen dengan beban tugas wajib konselor di sekolah/ madrasah.
III. PELAKSANAAN KEGIATAN

Bersama pendidik dan personil sekolah/madrasah lainnya, konselor berpartisipasisecara aktif dalam kegiatan pengembangan diri yang bersifat rutin, insidental danketeladanan. Program pelayanan Bimbingan dan Konseling yang direncanakan dalambentuk SATLAN dan SATKUNG dilaksanakan sesuai dengan sasaran, substansi, jeniskegiatan, waktu, tempat, dan pihak-pihak yang terkait.1. Pelaksanaan Kegiatan Pelayanan Bimbingan dan Konselinga. Di dalam jam pembelajaran sekolah/madrasah:Kegiatan tatap muka secara klasikal dengan peserta didik untuk menyelenggarakanlayanan informasi, penempatan dan penyaluran, penguasaan konten, kegiataninstrumentasi, serta layanan/kegiatan lain yang dapat dilakukan di dalam kelas.Volume kegiatan tatap muka klasikal adalah 2 (dua) jam per kelas per minggu dandilaksanakan secara terjadwal.

Kegiatan tidak tatap muka dengan peserta didik untuk menyelenggarakan layanankonsultasi, kegiatan konferensi kasus, himpunan data, kunjungan rumah, pemanfaatankepustakaan, dan alih tangan kasus.b. Di luar jam pembelajaran sekolah/madrasah:Kegiatan tatap muka dengan peserta didik untuk menyelenggarakan layanan orientasi,Bimbingan dan Konseling perorangan,, bimbingan kelompok, Bimbingan dan Konselingkelompok, dan mediasi, serta kegiatan lainnya yang dapat dilaksanakan di luar kelas.Satu kali kegiatan layanan/pendukung Bimbingan dan Konseling di luar kelas/di luar jampembelajaran ekuivalen dengan 2 (dua) jam pembelajaran tatap muka dalam kelas.Kegiatan pelayanan Bimbingan dan Konseling di luar jam pembelajaransekolah/madrasah maksimum 50% dari seluruh kegiatan pelayanan Bimbingan danKonseling, diketahui dan dilaporkan kepada pimpinan sekolah/madrasah.Kegiatan pelayanan Bimbingan dan Konseling dicatat dalam laporan pelaksanaanprogram (LAPELPROG).Volume dan waktu untuk pelaksanaan kegiatan pelayanan Bimbingan dan Konseling didalam kelas dan di luar kelas setiap minggu diatur oleh konselor dengan persetujuanpimpinan sekolah/madrasah.Program pelayanan Bimbingan dan Konseling pada masing-masing satuansekolah/madrasah dikelola dengan memperhatikan keseimbangan dan kesinambunganprogram antarkelas dan antarjenjang kelas, dan mensinkronisasikan program pelayananBimbingan dan Konseling dengan kegiatan pembelajaran mata pelajaran dan kegiatanekstra kurikuler, serta mengefektifkan dan mengefisienkan penggunaan fasilitassekolah/ madrasah.
IV. PENILAIAN KEGIATAN
1. Penilaian hasil kegiatan pelayanan Bimbingan dan Konseling dilakukan melalui:
  • Penilaian segera (LAISEG), yaitu penilaian pada akhir setiap jenis layanan dankegiatan pendukung Bimbingan dan Konseling untuk mengetahui perolehanpeserta didik yang dilayani.
  • Penilaian jangka pendek (LAIJAPEN), yaitu penilaian dalam waktu tertentu (satuminggu sampai dengan satu bulan) setelah satu jenis layanan dan atau kegiatanpendukung Bimbingan dan Konseling diselenggarakan untuk mengetahuidampak layanan/kegiatan terhadap peserta didik.
  • Penilaian jangka panjang (LAIJAPANG), yaitu penilaian dalam waktu tertentu(satu bulan sampai dengan satu semester) setelah satu atau beberapa layanandan kegiatan pendukung Bimbingan dan Konseling diselenggarakan untukmengetahui lebih jauh dampak layanan dan atau kegiatan pendukung Bimbingandan Konseling terhadap peserta didik.
2. Penilaian proses kegiatan pelayanan Bimbingan dan Konseling dilakukan melaluianalisis terhadap keterlibatan unsur-unsur sebagaimana tercantum di dalamSATLAN dan SATKUNG, untuk mengetahui efektifitas dan efesiensi pelaksanaankegiatan

3. Hasil penilaian kegiatan pelayanan Bimbingan dan Konseling dicantumkan dalamLAPELPROG4. Hasil kegiatan pelayanan Bimbingan dan Konseling secara keseluruhan dalam satusemester untuk setiap peserta didik dilaporkan secara kualitatif.
V. PELAKSANA KEGIATAN
1. Pelaksana kegiatan pelayanan Bimbingan dan Konseling adalah konselor sekolah/ madrasah.
2. Konselor pelaksana kegiatan pelayanan Bimbingan dan Konseling disekolah/madrasah wajib:
  • Menguasai spektrum pelayanan pada umumnya, khususnya pelayananprofesional Bimbingan dan Konseling.
  • Merumuskan dan menjelaskan peran profesional konselor kepada pihak-pihakterkait, terutama peserta didik, pimpinan sekolah/ madrasah, sejawat pendidik,dan orang tua.
  • Melaksanakan tugas pelayanan profesional Bimbingan dan Konseling yangsetiap kali dipertanggungjawabkan kepada pemangku kepentingan, terutamapimpinan sekolah/madrasah, orang tua, dan peserta didik.
  • Mewaspadai hal-hal negatif yang dapat mengurangi keefektifan kegiatanpelayanan profesional Bimbingan dan Konseling.
  • Mengembangkan kemampuan profesional Bimbingan dan Konseling secaraberkelanjutan.
3. Beban tugas wajib konselor ekuivalen dengan beban tugas wajib pendidik lainnya disekolah/madrasah sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku.
4. Pelaksana pelayanan Bimbingan dan Konseling
  • Pelaksana pelayanan Bimbingan dan Konseling di SD/MI/SDLB pada dasarnyaadalah guru kelas yang melaksanakan layanan orientasi, informasi, penempatandan penyaluran, dan penguasaan konten dengan menginfusikan materi layanantersebut ke dalam pembelajaran, serta untuk peserta didik Kelas IV, V, dan VIdapat diselenggarakan layanan Bimbingan dan Konseling perorangan,bimbingan kelompok, dan Bimbingan dan Konseling kelompok.
  • Pada satu SD/MI/SDLB atau sejumlah SD/MI/SDLB dapat diangkat seorangkonselor untuk menyelenggarakan pelayanan Bimbingan dan Konseling.
  • Pada satu SMP/MTs/SMPLB, SMA/MA/SMALB/SMK/MAK dapat diangkat sejumlah konselor dengan rasio seorang konselor untuk 150 orang peserta didik.

3. Fokus pengawasan adalah kemampuan profesional konselor dan implementasikegiatan pelayanan Bimbingan dan Konseling yang menjadi kewajiban dan tugaskonselor di sekolah/madrasah.

4. Pengawasan kegiatan pelayanan Bimbingan dan Konseling dilakukan secaraberkala dan berkelanjutan.

5. Hasil pengawasan didokumentasikan, dianalisis, dan ditindaklanjuti untukpeningkatan mutu perencanaan dan pelaksanaan kegiatan pelayanan Bimbingandan Konseling di sekolah/madrasah

VI. PENGAWASAN KEGIATAN

1. Kegiatan pelayanan Bimbingan dan Konseling di sekolah/madrasah dipantau,dievaluasi, dan dibina melalui kegiatan pengawasan.2. Pengawasan kegiatan pelayanan Bimbingan dan Konseling dilakukan secara:a. interen, oleh kepala sekolah/madrasah.b. eksteren, oleh pengawas sekolah/madrasah bidang Bimbingan dan Konseling

 Jenis Program-program Bimbingan dan Konseling

  1. Program harian
    Program harian yaitu program yang langsung dilaksanakan pada hari-hari tertentu dalam satu minggu, yang merupakan jabaran dari program mingguan.
  2. Program mingguan
    Program mingguan yaitu program yang akan dilaksanakan secara penuh untuk kurun waktu satu minggu tertentu dalam satu bulan, yang merupakan jabaran dari program bulanan.
  3. Program bulanan
    Program bulanan yaitu program yang akan dilaksanakan secara penuh untuk kurun waktu satu bulan tertentu dalam satu semester, yang merupakan jabaran dari program satu semester.
  4. Program semesteran
    Program semesteran yaitu program yang akan dilaksanakan secara penuh untuk kurun waktu satu semester tertentu dalam satu tahun pelajaran yang merupakan jabaran dari program satu tahunan.
  5. Program tahunan
    Program tahunan yaitu program yang akan dilaksakan secara penuh untuk kurun waktu satu tahun tertentu dalam jenjang sekolah, yang merupakan akumulasi, singkronisasi dan rekapitulasi dari seluruh kegiatan BK selama satu tahun untuk masing-masing kelas.

Progran tahunan,program semester bimbingan konseling BK, KTSP, kelas VII,VIII,IX SMP

download gratis di sini

About these ads
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: